Wednesday, July 14, 2010

career development.


salam. ok harini ayuh kita beremosi.

kpd rakan2 nursingku, tahniah kpd kwn2 yg dah bekerja. dimana shj anda berada.

kpd rakan2 yg belum bekerja. tahniah jua. mungkin anda semua lyk bercuti selepas berpenat lelah selama 6 thn bergaduh dgn kulliyyah, berpraktikal dgn hati yg tenang setiap kali semua mahasiswa bercuti. go and pamper yourself. jgn menggelabah sgt x dpt kerja lg. rezeki di mana2 so insyallah akan ada jua nanti.

ok jom kita beremosi rakan2?

tadi aku gi interview di suatu private hospital.

yg amat mendukacitakan. conditions yg dia emphasize

1) salary for staff nurse RM1000. can u live with that?
ok logik akal. alangkan budak2 pas spm tu kerja kat laksa shack pon can earn more than this. apatah lagi bangla stesen minyak yg berdiri tgh panas melambai suruh isi myk kat pam minyak mereka. apatah lg with people dealing with health/ ill patients. bkn kerja senang cam basuh periuk belanga. come on la people. common sense pls! bkn la expect korang nak byr 8 ribu tapi berpada2 la kan. pfffttttt!


2) here the staff nurses are not allowed to wear tudung.
mak aihhhh! apa ko merepek ni?? aku kat UK ke?? eh hello. negara islam pon ada mslh camni ke? on what basis do u decide that not wearing scarf is the best solution?? solution to what prob?? ishk aku mmg sgt2 x fhm. ada EBM ke nak support usul korang yg konon2nya bertudung tu menyebarkan virus? eh igt kitorang x basuh baju ke?? oh mmg paling rambut2 tu x memerangkap segala atuk nenek bakteria virus dan bagai?? pls la. dont be so freaking narrow minded ok. KEJADAH? nak hire staff nurse ke nak hire model? pakai dedah2, sendat mendat, singkat mingkat. aduhai. pls la MALAYSIA kot sini. perlu ke sampai camtu sekali. sad gila k. and truth be told most of the private hospitals are like that.

thank you 1 Malaysia.

DILEMMA PEKERJAAN

ok ni betul2 edisi emosi. ok fikirkan eh kawan2, adik2 junior sekalian. sekiranya di beri peluang utk bekerja clinical, atau menjadi lecturer, mana satu yang akan kamu semua pilih?

clinical? walaupun jawatan nurse aid? or lecturer?

ok review. kalaulah kan. dapat kerja clinical area, adakah kami akan memilih utk menunggu tawaran nak menjadi lecturer? dgn experience xde, dgn practical zaman belajar dl mengarut gila. takanlah kitorang sj2 nak jadi lecturer sbb rs diri amat bagus lalu ingin menurunkan ilmu kepada pelajar2 swasta yg desperately msk nursing utk peluang pekerjaan je??? aduhai. common sense people common sense.

lagipun, dikala ini, boleh ke kita terlalu memilih utk kerja dimana? hebat sgt ke kita nak memilih2 kat mana kita nak kerja? hot sgt ke? kalau dah dpt tawaran tu just grab it la. dahtu apa? haruskah kita terus menganggur drpd menerima tawaran kerja di private colleges? kalau dah rezeki termaktub kat situ, nak buat camne. terima jela. dahtu adakah anda mengatakan adalah lebih baik student2 tidak belajr ataupun kekurangan lecturer dr mereka2 yg ok theoretical, tp kurang exposure terhadap hospital ni? tepuk dada tanya selera.

don't go and blame others. jgnla sampai mengeluarkan kata2 kesat seperti org yg baru lepas pantang. tlg la memahami. entah2 org tu org susah, nak kawen cepat ke, x perlulah anda perlu mengeluarkan statement2 yg x memikir hati dan perasaan org lain? igt org lain x try ke apply? relax ah weh!! entah2 kat college tu later dia akan hantar attachment kat hosp ke. ha kan ke nanti org tu lg power dr ko. hospital and mengajar. pdn muka rasakan.

dan kepada guru2, sila ikhlaskan hati anda mengajar ye. dan halalkan jela ilmu korang turunkan tu, bukankah kalau anak2 murid mengamalkan ilmu2 tu kamu dpt pahala jua? bukankah ilmu itu hak milik Dia so siapa kamu utk menjatuhkan hukuman halal atau haram? erm... x fhm sket disitu.

entry ini bukan utk backup diri. hanya menjelaskan apa yg tidak jelas. bsr kemungkinan akan ku melarikan diri dr nursing. oh tidak aku terlalu cintakan nursing utk membiarkan ia berlalu pergi...



sedikit informasi


Monday, July 12, 2010

wisdom


“You know you‘re in love after you found somebody really special,
that you can just shut up for a day and comfortably enjoy the silence.”


oh. i need to find one who can cope with my mouth. or at least make me shut up a bit. haha!

Monday, July 5, 2010

life

my life is falling down so hard. rock bottom.

this is something i deserve i guess.

i cant even remember my parents' anniversary. pfffttt!

being ignorant. yes that's me. but it was unintentionally.

feeling like running away. to a new place where no one ever knew me.



to people that i've hurt, i'm sorry. i love you guys deeply.




Wednesday, June 30, 2010

a weekend well spent! ;)

thanks to my 2 lovely girls,. for the last time, not sure when will i see my 2 favourite girls again.

day 1: karaoke and movie marathon. :)

saying goodbye to uia. :(





day 2: kenduri at ubai and awana kijal!!! :)




upon arrival! ;)

scenery from our room


favourite part of the getaway! ;) watersports!

catamaran and banana boat!


a very entertaining dinner, and we even make friends with faiz and hakim yg sgt handsome!



handsome kan handsome kan? *melting*


day 3: the most entertaining, right after breakfast, ATV, cycling, water skying and banana boat! again!! ;)







byebye awana. will surely come back. :(



otw back, burger king is a must. huhu.



keropok lekor for folks at home. cannot go back empty handed right?




thanks for reading! ;)

Tuesday, June 29, 2010

a simple reminder.


Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.


“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.


“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.


Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”


Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”


Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.


“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.


“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.


Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.


“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”


Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.


“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.


Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”


“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.


“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”


“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.


“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”


Si murid terdiam, mendengarkan.


“Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya qalbu yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

: : : : : : :

“Berkata (Musa), “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,” (25)
“Dan mudahkanlah untukku urusanku.” (26).

[Q.S. 20 : 25 - 26]

“Tidaklah Allah membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” [Q..S. 2 : 286]

Thursday, June 24, 2010

erm




nak taip terlalu panjang, tp mata dah x mampu.

LJM. tawakkal. will be babbling about it later, for the time being, tawakkal. tu je la yang boleh dilakukan now. insyallah semua orang can get over than 50 correct. ;)


rakan2 ingatlah,

there's a DISTINCT different between KAWAN, and KENALAN.

do know where you stand. supaya tidak kecewa di kemudian hari.

sekian terima kasih.


Friday, June 18, 2010

i lebiu malaysia

Malaysians warned of rising debt without cuts


Reuters - Thursday, May 27
KUALA LUMPUR, May 27 - Malaysia risks becoming the next Greece unless voters swallow subsidy cuts that will see the price of petrol, food, electricity and other staples rise, a government minister warned on Thursday.

A government think-tank charged with producing plans to cut the country's subsidy bill presented its plans to the public in a bid to win acceptance for painful cuts, which have yet to be voted on by the government.

Idris Jala, a minister in the prime minister's department who heads the body advising the government, said that Malaysia's debt would rise to 100 percent of gross domestic product by 2019 from 54 percent of GDP at present without the cuts.

"We don't want to end up as another Greece," he told a roadshow, referring to the European Union member whose debt woes have unsettled global markets. Malaysia spent 15.3 percent of total federal government operating spending on subsidies in its 2009 budget when its deficit surged to a 20-year high of 7 percent of GDP. The cabinet discussed the subsidy proposals on Wednesday, but any decision on cuts could be months away, a government source told Reuters.


Political analysts and economists say the failure of the government to push through previous subsidy cuts casts doubt on whether it can do it this time, especially with state elections looming in Sarawak, a government stronghold that is under threat from the opposition.

The proposals presented would see petrol prices for the benchmark RON95 blend rise by an initial 15 sen (Malaysian cents) per litre from their current price at some stage this year.

The benchmark RON 95 grade currently costs 1.80 ringgit per litre.

Under the proposals presented by the advisory body, the price of petrol would be hiked some time this year followed by two price hikes totalling 20 sen per litre in 2011 and two more totalling 20 sen per litre in 2012. In 2013-2015, the price hikes would slow and by the end of 2015, the price of RON95 would stand at 2.60 ringgit per litre, according to the plans that have yet to be approved by the government. The forecasts were based on a crude oil price forecast of $73.06 per barrel for 2011 and $79.41-$94.52 for 2013-2015.





proud blogger

All Malaysian Bloggers Project

daisypath

Daisypath Anniversary tickers